Tips Menjaga Kesehatan Lansia Agar Tetap Aktif dan Produktif – Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik maupun mental seseorang akan turut mengalami perubahan mamasuki usia senja. Tubuh akan mulai mengalami penurunan fungsi. Hal-hal yang sebelumnya bisa dikerjakan dengan mudah seperti membaca atau melakukan pekerjaan berat akan terlalu sulit. Hal itu sangat wajar terjadi. Di usia lanjut kesehatan seseorang juga akan menurun sehingga menjadi lebih mudah sakit dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Namun usia lanjut tidak bolh mengabaikan masalah kesehatan. Sebaliknya kita harus lebih menjaga kesehatan lansia agar mereka tetap dapat beraktivitas dengan baik dan berumur panjang.
1. Perubahan Tubuh Pada Lansia
Kementerian kesehatan RI mendefinisikan seseorang termasuk lanjut usia atau lansia saat memasuki usia 60 tahun. Berbagai perubahan dapat terjadi pada tubuh seiring usia yang semakin senja mulai dari bentuk tubuh, fungsi organ hingga kondisi psikis. Perubahan bentuk tubuh dapat terlihat pada rambut yang berubah menjadi putih dan rontok. Kulit yang keriput hingga berat badan yang bertambah karena metabolisme tubuh dalam membakar kalori menjadi lebih lambat. Fungsi indera dan organ seperti mata dan telinga, jantung, sistem pencernaan dan ginjal akan menurun dan lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Usia tua juga dapat berdampak pada kemampuan berpikir dan mengingat. Tidak jarang orang lansia menjadi pikun dan sulit berpikir.
2. Ajak Tetap Aktif Bergerak dan Berolahraga Teratur
Cara merawat lansia yang pertama adalah dengan menjaganya agar tetap aktif bergerak dan berolahraga. Tentunya disesuaikan dengan kemampuan fisiknya. Memasuki usia senja aktivitas lansia menjadi lebih sedikit. Salah satunya karena pensiun dari pekerjaan penurunan kemampuan fisik membuat lansia semakin jarang berolahraga. Padahal dengan tetap aktif bergerak dan berolahraga dapat membantu menjaga agar fisik dan mental lansia tetap sehat. Tetap aktif juga membantu mencegah dan menunda penyakit kronis, meningkatkan stamina, mengurangi risiko terjatuh serta menjaga kesehatan otak.
Baca Juga : Badan Lemas Dan Mengantuk, Mungkin Ini Penyebabnya
3. Istirahat dan Tidur yang Cukup
Selain menjaga lansia tetap aktif dan rutin berolahraga. yang tidak kalah penting sebagai bagian materi kesehatan lansia yakni istirahat yang cukup. Saat memasuki usia lanjut seringkali seseorang mulai mengalami gangguan tidur seperti insomnia yang membuat waktu istirahat menjadi banyak berkurang. Padahal kurang tidur dapat berdampak pada daya ingat, emosi, berat badan dan penampilan. Semakin tua seseorang menjadi semakin sulit tidur. Sementara kebutuhan akna jam tidur dan beristirahat tetap sama.
4. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin
Kesehatan lansia menurun dan terkadang gejala penyakit dapat muncul tanpa disadari. Karenanya usahakan untuk rutin mengunjungi dokter dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Ini sebagai langkah pencegahan sekaligus upaya menemukan gangguan kesehatan dan gejala penyakit sedini mungkin sehingga dapat ditangani segera dengan lebih efektif.
5. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Bergizi Seimbang
Cara berikutnya yaitu dengan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang. Serta menjaga pola makan, pola makan sehat untuk lansia dengan asupan rendah lemak jenuh dan tinggi asam lemak omega-3. Serta rutin mengonsumsi buah dan sayuran jangan lupa untuk perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi dan melancarkan pencernaan. Bila perlu kamu bisa memberikan tambahan suplemen dan vitamin untuk orang tua agar tidak mudah sakit.
6. Tetap Bersosialidasi Dengan Orang Lain
Terakhir tetap bersosialisasi dan menjaga hubungan dengan orang lain. Ajak lansia bersosialisasi dengan tetangga dan tetap berkomunikasi dengan keluarga. Bersosialisasi menghindarkan lansia dari rasa kesepian dan mencegah gangguan mental serta membantu kesulitan lain yang mungkin sering muncul seiring bertambah usia.
