Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan yang Sangat Populer – Dalam hal-hal tertentu masyarakat masih percaya akan mitos-mitos yang di bawa dari pendahulunya hingga saat ini. Tidak hanya seputar klenik tetapi juga kesehatan. Beragam opini tentang penyakit memang belum bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. Akibatnya terjadi simpang siur dalam memahami penyebab penyakit atau kebiasaan-kebiasaan yang di lakukan. Oleh karena itu segala asumsi yang masih belum benar harus segara di benarkan lewat-fakta-fakta seputar penyakit atau kebiasaan yang sering di dengar.
1. MSG Dapat Menyebabkan Kanker
Penguat rasa yang populer ini telah mendapatkan reputasi buruk karena di duga terkait dengan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari migrain hingga kanker. Namun para peneliti belum menemukan bukti pasti bahwa monosodium glutamat atau MSG berdampak buruk bagi kesehatan. Food and Drug Administration di Amerika Serikat juga telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang secara umum di anggap aman. Kombinasi natrium dan asam amino glutamat yang merupakan salah satu asam amino yang paling banyak terdapat di alam. Glutamat dapat di temukan dalam tomat, keju, jamur, rumput laut dan kedelai, Asupan glutamat berlebihan dapat merusak sel-sel saraf dan otak.
2. Makanan Alkali Meningkatkan Kesehatan kamu Mengurangi Keasaman Tubuh
Meskipun diet alkali pada umumnya cukup sehat. Mendorong konsumsi buah-buahan, sayuran dan makanan nabati yang tinggi sambil membatasi makanan olahan. Pemikiran bahwa diet ini dapat membantu menetralkan keasaman tubuh kamu adalah mitos belaka. Inilah faktanya darah kamu sedikit bersifat basa sementara perut kamu bersifat asam untuk memecah makanan. Makanan yang kamu makan tidak memengaruhi cara tubuh kamu membuat tubuh kamu menjadi basa atau menyeimbangkan keasamannya. Ginjal dan paru-paru kamu yang melakukannya mereka mengontrol keseimbangan asam alkali sistem kamu dan menjaga pH darah dan tetap konstan.
Baca Juga : Badan Lemas Dan Mengantuk, Mungkin Ini Penyebabnya
3. Makan Terlalu Banyak Gula Menyebabkan Diabetes
Berlawanan dengan kepercayaan umum, gula tidak menyebabkan diabetes. Namun, makan terlalu banyak gula dapat membuat berat badan kamu bertambah dan kelebihan berat badan meningkatkan riisko diabetes tipe 2. Cara terbaik untuk mengurangi risiko diabetes adalah dengan menjaga berat badan kamu. Itu berarti tidak hanya memoderasi jumlah makanan manis yang kamu konsumsi. Tetapi juga memperhatikan asupan makanan berlemak. Sedangkan untuk diabetes tipe 1, tidak mungkin gula atau apa pun dalam makanan kamu dapat menjadi penyebabnya. Karena diabates tipe ini hanya terjadi jika sel-sel penghasil insulin dalam pankreas akan di hancurkan oleh sistem kekebalan tubuh kamu.
4. Melakukan Detoksifikasi untuk Membersihkan Tubuh dari Racun adalah Hal Baik
Diet detoks, jus dan perawatan detoks sangat populer. Tetapi gagasan bahwa kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mendetoks tubuh kita sendiri adalah mitos belaka. Dari sudut pandang medis tidak ada yang perlu melakukan detoksifikasi pada sistem tubuh mereka. Karena tubuh kita di bangun untuk membuang racun jauh lebih baik daripada diet atau perawtaan apa pun. Jika benar bahwa racun jauh lebih baik dapat menumpuk di dalam tubuh kita tanpa tubuh kita mampu mengeluarkannya. Maka kita pasti sudah mati atau membutuhkan intervensi medis yang serius saat ini.
5. Gula Merah, Madu, Sirup Maple atau Nektar Agave adalah Pengantti Gula yang Lebih Sehat
Gula-gula ini lebih baik untuk kamu daripada gula rafinasi, semuanya menawarkan kalori kosong dan hampir tidak memiliki nutrisi apapun, Meskipun gula rafinasi mungkin mengandung beberapa mineral seperti kalsium, zat besi dann kalium. Nah, gula rafinasi hanya mengandung sedikit mineral dalam jumlah yang tidak signifikan.
