Kecanggihan Teknologi Self Driving Car atau Autonomous Car – Zaman sekarang sudah modern dan canggih. Manusia tidak perlu repot atau susah payah berkat adanya bantuan teknologi. Begitu juga dengan urusan berkendara, tidak perlu repot untuk menyetir dengan hadirnya inovasii self driving car. Di kenal dengan beberapa nama lain seperti robot car, driveless car dan autonomous car. Teknologi ini sudah melengkap beberapa negara maju di dunia.
1. Mengenal Lebih Dekat Self Driving Car
Seperti namanya, self driving car merupakan kendaraan yang bergerak secara otomatis tanpa peran manusia di dalamnya. Mobil ini menggabungkan beberapa sensor untuk memahami lingkungannya, seperti radar, GPS, sonar hingga unit pengukuran inersia. Mobil ini memiliki sistem kontrol yang canggih dalam mengintepretasikan informasi sensorik untuk mengidentifikasi jalur navigasi yang tepat.
2. Self Driving Car Pertama di Kembangkan pada Tahun 1977
Berbicara soal sejarah, rupanya ide untuk membuat mobil yang bisa bergerak otomatis sudah terpikir sejak seabas lalu. Eksperimen mengenai automated driving systems telah terpikir sejak tahun 1920, lalu berbaga uji coba di lakukan pada tahun 1950. Namun mobil yang ini benar-benar otomatis pertama kali di kembangkan pada tahun 1977 oleh Japan’s Tsukuba Mechanical Engineering Laboratory. Mobil ini dapat melacak marka jalan dengan bantuan dua kamera yang terpasang pada kendaraan serta menggunakan komputer analog untuk pemrosesan sinyal. Mobil ini mencapai kecepatan 30 km per jam, sebuah rekor yang cukup fantastis pada era tersebut.
Baca Juga : Inovasi dan Perkembangan Teknologi Perkiraan Cuaca
3. Apakah Aman Menaiki Self Driving Car
Kita mungkin bertanya-tanya apakah aman menyerahkan kendali sepenuhnya pada mobil ini. Apakah ada risiko kecelakaan, hal ini sudah diantisipasi oleh para ahli. Bahkan menurut perusahaan konsultan McKinsey & Company mengklaim bahwa meluasnya penggunaan kendaraan otonom dapat mengurangi 90 persen dari semua kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Selain itu juga mencegah US $190 miliar dalam kerusakan serta biasa kesehatan setiap tahun serta menyelamatkan ribuan jiwa. Selain itu, para ahli keselamatan berkendara menilai bahwa kecelakaan lalu lintas umumnya diakibatkan oleh kelalaian manusia seperti reaksi yang tertunda untuk melakukan pengereman, terdistraksi dan berkendara melebihi batas kecepatan. Meski diklaim aman, ternyata self driving car juga mengalami kecelakaan. Seperti self driving car dari Uber yang membunuh perempuan Arizona sedang berjalan kaki pada 19 Maret 2018 silam.
4. Terdapat Beberapa Penyewaaan Self Driving Car yang Bisa Kamu Coba
Terdapat self driving car memang belum ada di Indonesia. Namun di Amerika Serikat terdapat beberapa layanan penyewaan self driving car yang bisa kamu coba. Layanan ini ibarat taksi namun bedanya tanpa ada pengemudi di dalamnya. Beberapa perusahaan yang memiliki layanan ini adalah Uber, Waymo dan Lyft. Untuk Waymo, layanan ini beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan dapat dipesan melalui aplikasi Waymo One, terang laman Extreme Tech. Selayaknya taksi online, kita bisa melihat estimasi harga dan rute yang akan di tempuh. Sementara di Las Vegas terdapat Lyft yang bisa kita coba. Jumlah armadanya ada 30 mobil.
5. Efek Hadirnya Self Driving Car
Sempar terpikir, apa mobil ini ramah lingkungan atau justru sebaliknya. Faktanya otomatisasi kendaraan dapat meningkatkan penghematan bahan bakar mobil dengan mengoptimalkan sistem penggerak. Bahkan meluasnya penggunaan mobil otomatis akan menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi. Self Driving Car dapat mengurangi 2-4 persen konsumsi minyak dan gas rumah kaca hingga 10 tahun kedepan.
